Facebook Facebook Facebook
.

10 Ciri Pribadi Muslim

0 komentar

Assalamu'alaikum.. bagimana kabarnya ? moga tetp baik kan, n semoga selau istiqomah selalu di jalan Allah, pada kali ini kami ingin mempostingkan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kalian looh :D baik, tidak panjang lebar silahkan disimak... 
1. Salimul Aqidah (aqidahnya bersih)
Akidah adalah asas dari amal. Amal-amal yang baik dan diridhai Allah lahir dari aqidah yang bersih. Dari sini akan lahir pribadi-pribadi yang memiliki jiwa merdeka, keberanian yang tinggi, dan ketenangan. Sebab, tak ada ikatan dunia yang mampu membelenggunya, kecuali ikatan kepada Allah swt. Seorang kader dakwah yang baik akan selalu menjaga kemurnian aqidahnya dengan memperhatikan amalan-amalan yang bisa mencederai keimanan dan mendatangkan kemusyrikan. Sebaliknya, selalu berusaha melakukan amalan-amalan yang senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.
Aplikasi: Senantiasa bertaqorrub (menjalin hubungan) dengan Allah, ikhlas dalam setiap amal, mengingat hari akhir dan bersiap diri menghadapinya, melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, dzikrullah di setiap waktu dan keadaan, menjauhi praktik yang membawa pada kemusyrikan.


2. Shahihul Ibadah (ibadahnya benar)
Ibadah, wajib dan sunnah, merupakan sarana komunikasi seorang hamba dengan Allah swt. Kedekatan seorang hamba ditentukan oleh intensitas ibadahnya. Ibadah menjadi salah satu pintu masuk kemenangan dakwah. Sebab, ibadah yang dilakukan dengan ihsan akan mendatangkan kecintaan Allah swt. Dan kecintaan Allah akan mendatangkan pertolongan.
Aplikasi: Menjaga kesucian jiwa, berada dalam keadaan berwudhu di setiap keadaan, khusyu dalam shalat, menjaga waktu-waktu shalat, biasakan shalat berjamaah di masjid, laksanakan shalat sunnah, tilawah al-Qur’an dengan bacaan yang baik, puasa Ramadhan, laksanakan haji jika ada kesempatan.
3. Matinul Khuluq (akhlaqnya tegar)
Seorang kader dakwah harus ber-iltizam dengan akhlaq islam. Sekaligus memberikan gambaran yang benar dan menjadi qudwah (teladan) dalam berperilaku. Kesalahan khuliqiyah pada seorang kader dakwah akan berdampak terhadap keberhasilan dakwah.
Aplikasi: Tidak takabur, tidak dusta, tidak mencibir dengan isyarat apapun, tidak menghina dan meremehkan orang lain, memenuhi janji menghindari hal yang sia-sia, pemberani, memuliakan tetangga. Bersungguh-sungguh dalam bekerja, menjenguk orang sakit, sedkit bercanda, tawadhu tanpa merendahkan diri.
4. Qadirul’alal Kasb (kemampuan berpenghasilan)
Kita mengenal prinsip dakwah yang berbunyi ”shunduquna juyubuna (sumber keuangan kita dari kantong kita sendiri)”. Yang berarti setiap kader harus menyadari bahwa dakwah membutuhkan pengorbanan harta. Oleh karena itu setiap kader dakwah harus senantiasa bekerja dan berpenghasilan dengan cara yang halal. Tidak menjadikan dakwah sebagai sumber kehidupan.
Aplikasi: Menjauhi sumber penghasilan haram, menjauhi riba, membayar riba, membayar zakat, menabung meski sedikit, tidak menunda hak dalam melaksanakan hak orang lain, bekerja dan berpenghasilan, tidak berambisi menjadi pegawai negeri. Mengutamakan produk umat Islam, tidak membelanjakan harta kepada non-muslim.
5. Mutsaqaful Fiqr (pikirannya intelek)
Intelektualitas seorang kader dakwah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dakwah. Sejarah para nabi juga memperlihatkan hal itu. Kita melihat bagaimana ketinggian intelektualitas Nabi Ibrahim, dengan bimbingan wahyu, mampu mematahkan argumentasi Namrud. Begitu pula kecerdasan Rasul dalam mengemban amanah dakwahnya, sehingga ia digelari fathonah (orang yang cerdas).
Aplikasi: Baik dalam membaca dan menulis. Upayakan mampu berbahasa Arab, menguasai hal-hal tertentu dalam masalah fiqih seperti shalat, thaharah dan puasa, memahami syumuliatul Islam, memahami ghazwul fikri, mengetahui problematika kaum nasional dan internasional, menghafal al-Qur’an dan hadits, memiliki perpustakaan pribadi sekecil apapun.
6. Qawiyul Jism (fisiknya kuat)
Beban dakwah yang diemban para kader dakwah sangat berat. Kekuatan ruhiyah dan fikriyah saja tidak cukup untuk mengemban amanah itu. Harus ditopang oleh kekuatan fisik yang prima. Sejumlah keterangan al-Qur’an dan Hadits menjelaskan betapa pentingnya aspek ini.
Aplikasi: Bersih pakaian, badan dan tempat tinggal, menjaga adab makan dan minum sesuai dengan sunnah, berolahraga, bangun sebelum fajar, tidak merokok, selektif dalam memilih produk makanan, hindari makanan/minuman yang menimbulkan ketagihan, puasa sunnah, memeriksakan kesehatan.
7. Mujahidu Linafsihi (bersungguh-sungguh)
Bersungguh-sungguh adalah salah satu ciri orang mukmin. Tak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa kesungguhan. Kesadaran bahwa kehidupan manusia di dunia ini sangat singkat, dan kehidupan abadi adalah kehidupan akhirat, akan melahirkan kesungguhan dalam menjalani kehidupan.
Aplikasi: Menjauhi segala yang haram, menjauhi tempet-tempat maksiat, memerangi dorongan nafsu, selalu menyertakan niat jihad, hindari mengkonsumsi yang mubah, menyumbangkan harta untuk amal islami, menyesuaikan perkataan dengan perbuatan, memenuhi janji, sabar, berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
8. Munazham fi syu’unihi (teratur dalam semua urusannya)
Seorang kader dakwah harus mampu membangun keteraturan dalam kehidupan pribadi dan keluarganya agar bisa menghadapi persoalan umat yang rumit dan kompleks.
Apalikasi: Memperbaiki penampilan, jadikan shalat sebagai penata waktu, teratur di dalam rumah dan tempat kerjanya, disiplin dalam bekerja, memprogram semua urusan, berpikir secara ilmiah untuk memecahkan persoalan, tepat waktu dan teratur.
9. Haritsun ’ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
Untuk menggambarkan betapa pentingnya waktu, ada pepatah mengatakan ”waktu ibarat pedang”. Bila tak mampu dimanfaatkan maka pedang waktu akan menebas leher kita sendiri. Seorang kader harus mampu seefektif mungkin memanfaatkan waktu yang terus bergerak. Tak boleh ada yang terbuang percuma.
Aplikasi: Bangun pagi, menghabiskan waktu untuk belajar, mempersingkat semua urusan (tidak bertele-tele). Mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, tidak tidur setelah fajar.
10. Nafi’un Lighairihi (berguna bagi orang lain)
Rasul menggambarkan kehidupan seorang mukmin itu seperti lebah yang akan memberi manfaat pada lingkungan sekitarnya. Kader dakwah memberi manfaat karena setiap ucapan dan gerakannya akan menjadi teladan bagi sekitarnya.
Aplikasi: Melaksanakan hak orang tua, ikut berpartisipasi dalam kegembiraan, membantu yang membutuhkan, menikah dengan pasangan yang sesuai, komitmen dengan adab Islam di dalam rumah, melaksanakan hak-hak pasangannya (suami-istri), melaksanakan hak-hak anak, memberi hadiah pada tetangga, mendo’akan yang bersin.

by : Ahmad Faizal Fajar S

Review Perjalanan Semarak Hari Ibu

0 komentar

1.     Aksi Hari Ibu (22 Desember 2011)

 
Potret akhwat-akhwat KAMMI yang tak kenal lelah beraksi
 
Semangat aksi di tengah arus lalu lintas kota 


 2.     Lomba Masak Antar Mahasiswa (24 Desember 2011)
Para peserta kompetisi memasak

 Kelompok 1 yang professional

Kelompok 2 yang serba unik

 Kelompok 3 yang adem ayem

Kelompok 4 yang super kreatif

 Kelompok 5 yang klasik & melodis

Kelompok 6 yang penuh kejutan

Kreasi manis hasil jerih payah peserta
 Top Three-Pemenang-pemenang lomba masak antar mahasiswa
3.      
Silaturahmi ke Panti Sosial Tresna Werda Budi Sejahtera (25 Desember 2011)



4.     Lomba Anak-Anak TPA Part. 1 (27 Desember 2011)
a.      Lomba Menulis Surat Cinta Untuk
b.     Lomba Baca Puisi
c.      Lomba Hafalan Qur’an
5.     Lomba Anak-Anak TPA Part.2 (28 Desember 2011)

Kemuslimahan KAMMI Kampus Banjarbaru, Meriahkan Hari Ibu dengan SERBU

0 komentar

Dua minggu terakhir di bulan Desember merupakan ajang unjuk gigi rekan-rekan Kemuslimahan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kampus Banjarbaru. Momentum Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya dimanfaatkan untuk menyelenggarakan agenda rutin Semarak Hari Ibu (SERBU) sejak tahun  2010 lalu.
Pada tahun ini, rangkaian acara yang diadakan yakni Aksi Hari Ibu yang dilaksanakan di Banjarmasin tepat tanggal 22 bersama muslim dan muslimah KAMMI Daerah Kalsel, KAMMI Komisariat Banjarmasin dan IAIN Antasari. Dalam aksi ini, mereka melakukan orasi, membagi selebaran dan bunga-bunga handmade.
Selain aksi tersebut, mereka juga mengadakan lomba masak untuk mahasiswa laki-laki di hari sabtu, 24 Desember 2011 kemarin di lingkungan kampus UNLAM Banjarbaru. Acara ini disambut sangat baik hingga di hari penyelenggaraan, terjaring sepuluh kelompok yang menampilkan sajian serbaunik dan mendapat perhatian dari juri. Salah satu bank syariah yang mensponsori acara ini pun turut memeriahkan dengan mengirimkan utusan langsung dan memberikan pelayanan pembukaan rekening pada peserta, panitia dan penonton. Besoknya, minggu 25 Desember 2011, rangkaian acara Serbu diisi dengan kunjungan ke panti jompo dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kepedulian muslimah-muslimah KAMMI terhadap kondisi sosial kemasyarakatan.
Hari selasa dan rabu nanti, 27 dan 28 Desember 2011, agenda SERBU akan dilanjutkan dengan beberapa lomba untuk anak-anak TPA seperti tartil dan hafalan Qur’an, baca puisi, adzan, dai cilik dan menulis surat cinta untuk ibu. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman mushala Siratul Ahram dengan salah satu tujuan untuk menghidupkan kembali tempat-tempat ibadah masyarakat.
Turunnya hujan tetap tidak menurunkan semangat untuk beraksi di hari Ibu

 
Ikhwan-ikhwan saling berlomba mengolah berbagai menu unik dari ubi
 
MC memandu penghuni-penghuni panti werda untuk berbagi cerita